Rabu, 12 Januari 2011

Persiapan LDII Go Green Provinsi Sumatera Barat

Gerakan Penghijauan


DPD LDII Provinsi Sumatera Barat Insya Allah akan menggelar LDII Go Green 2011 pada  27 Januari  2011, antara pukul 08.00 - 11.00, bertempat di  Kab. Solok. Sementara itu lokasi penghijauhan  berada di  Nagari Tanjung Alai , Kecamatan IX Koto,  Kabupaten Solok.

Pada Acara ini, pencanangan LDII Go Green rencananya akan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat (Prof. DR. H. Irwan Prayitno).

Dinas Kehutanan Provinsi siap membantu berupa bibit Mahoni sebanyak 1000 batang Mahoni dan siap  diantarkan langsung ke lokasi LDII Go Green. Sedangkan dari Dinas Perkebunan Provinsi kita diberikan bantuan 500 bibit kakao.

Kegiatan ini ditargetkan dapat menghadirkan sekitar 700 warga. Baik warga LDII maupun undangan masyarakat sekitar.  Kegiatan ini disambut dengan antusias dari Wali Nagari dengan siap mengerahkan masyarakat serta kelompok tani untuk mensukseskan kegiatan LDII Go Green dimaksud.

Wali Nagari siap untuk berpartisipasi membersihkan lahan, menggali lubang tanam dan pemupukan karena acara penanaman rencananya sudah kita mulai 1 minggu sebelum hari puncak pencanangan. Dan pada hari puncak pencanangan tersebut tinggal menamam bibit secara simbolis dan pejabat yang hadir

BALI WET CARNIVAL & GREEN REVOLUTION CAMPAIGN

 
Cegah bahaya longsor, Bali Perlu menanam Pohon Galam


Agus Widodo, seorang pemerhati lingkungan saat melewati perbukitan di sekitar Bedugul dalam acara Bali wet Carnival and green revolution Campaign mengambil kesimpulan bahwa disekitar perbukitan di Bali banyak lahan yang masih belum ditanami pohon2 yang berakar tunggal, sehingga kalo hujan deras sangat rawan terjadi bencana tanah longsor seperti yang terjadi di daerah pupuan.
Selanjutnya Agus menyarankan agar segera dilakukan penanaman Pohon. Sejumlah pengalaman yang pernah dilakukannya, dia menyarankan agar diadakan penanaman Pohon Galam yang sangat cocok untuk mengatasi bahaya Erosi
Bibit Pohon Galam ini sangat banyak ditemui di Kota Banjarmasin, tepatnya di Kecamatan Bathi-bathi.
Dia mendorong partisipasi dari berbagai kalangan untuk membatu mengatasi hal tersebut.
Hal ini disampaikannya saat singgah di Sekretariat LDII Bali, Jl. Padang Sambian Denpasar.
Acara Bali wet Carnival and green revolution Campaign sendiri digelar pada tanggal 30 Desember 2010 sampai 1 Januari 2011, mengenakan  kostum  kera yang peduli dengan penghijauan, Agus Widodo bersepeda dari Singaraja, di sisi utara Bali, ke Uluwatu, di sisi selatan Bali.

Minggu, 19 September 2010

selamat iedul fitri

Taqobbalallohu minna wa minkum

Sabtu, 03 Juli 2010

LDII Go Green


Makassar (ANTARA News) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII memusatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Makassar dengan penanaman 100 pohon persahabatan pada 21 Juni 2010.

“Seluruh perwakilan DPD LDII dari 33 provinsi, termasuk enam penerima penghargaan yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan akan hadir di Makassar,” kata Ketua LDII H Prasetyo Sunaryo di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, kegiatan “LDII Go Freen” ini di kota “Anging Mammiri” ini, diawali dengan penanaman pohon persahabatan oleh Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Lingkungan Hidup dan pengurus DPP dan DPD LDII di Jalan Berua Raya, Daya, Makassar.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dalam memberikan stimulus kepada masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin menurun dan memicu terjadinya pemanasan global.

“Gerakan penghijauan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan melalui reklamasi dan revegetasi berwawasan religi, karena menjaga lingkungan itu merupakan bagian dari dakwah menyerukan kebajikan,” katanya.

Selain kegiatan menanam pohon, katanya, DPP LDII akan memberikan penghargaan kepada warga LDII yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan, di antaranya H Budirama Natakusuma (penggagas biopori dan car free day DKI Jakarta), Hj Erni Suhaina Fadzri Nandang (penerima Upakarti 2008 dan Rekor Muri untuk pemanfaatan limbah non B-3 untuk pakaian dan dekorasi pesta pernikahan) dan Supri (penerima Kalpataru).

Agenda lainnya pada hari yang sama adalah sarasehan konservasi lingkungan pada 21 Juni 2010 di Graha Pena, Makassar yang menampilkan pembicara utama Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup dan Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup.

“Khusus aksi penanaman pohon ini yang bertujuan untuk menekan terjadinya pemanasan global yang juga berdampak pada perubahan iklim, diharapkan diikuti dengan upaya pemeliharaan pohon yang telah ditanam oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara target pohon jenis sambit yang dikenal dengan istilah pohon ba`do oleh warga setempat, Prasetyo yang didampingi Ketua DPD LDII Sulsel H Haryanto mengatakan, ditargetkan mencapai satu juta pohon yang penanamannya akan dilakukan secara bertahap.(*)(T.S036/R009)





Minggu, 20 Juni 2010

Makassar Pusat Gerakan Penghijauan Berwawasan Religi



Sabtu, 19 Juni 2010 | 15:11 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar -Perhatian terhadap lingkungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi organisasi masyarakat Islam pun tidak ketinggalan. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi global warming. Dimana Makassar ditunjuk menjadi pusat pelaksanaan program penghijauan berwawasan religi.

"Makassar dipilih sebagai sentra pencanangan LDII Go Green karena dinilai sukses dengan program Go Green di Sulawesi Selatan," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat LDII, Prasetyo Sunaryo, saat memberikan keterangan pers, Makassar, siang tadi.

Menurutnya, program LDII ini akan menunjang program pemerintah provinsi terkait penghijauan. Dimana selain isu global tentang perubahan iklim, program ini dimaksudkan bentuk sumbangsih kecil LDII terhadap sektor pertanian. "Kegiatan pertanian dipengaruhi perubahan iklim yang ekstrim, contohnya musim kemarau bertambah 40 hari. Ini berpotensi merugikan produksi pertanian," kata Prasetyo.

Pencanangan program penghijauan berwawasan religi ini dilaksanakan Senin pekan depan, dimulai dengan penanaman 100 pohon jenis kosambi atau dalam bahasa lokal ba'do, di Pondok Pesantren Berua Daya, Makassar. Jumlah ini akan terus bertambah hingga 1 juta pohon yang tersebar di Indonesia.

Ketua Panitia LDII Go Green, Ishak Andi Ballado mengatakan pencanangan program ini akan dihadiri pula perwakilan dari 33 provinsi. Rencananya setiap provinsi akan memiliki wakil untuk menerapkan program serupa di daerah tersebut. Mereka juga akan melakukan pengawasan agar pohon-pohon yang ditanam tidak mati.