Kamis, 05 Mei 2011

Earthday @ Banten


Eco Sport for Earth
Tanjung Lesung, 30 April 2011

Pada tanggal 30 April 2011, sebuah kegiatan wisata alam yang bernuansa edukasi diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), bekerja sama dengan BPOS-Krakatau Steel (BPOS-KS), Yayasan Cinta Alam Indonesia (CAI) , dan CAI Diving Club Banten. Kegiatan menarik yang mengambil lokasi di Kawasan Perlindungan Laut Tanjung Lesung ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2011. Selain itu juga sekaligus sebagai upaya sosialisasi olahraga outdoor BPOS-KS.
Jumat, 29 April 2011
Sebelum menempuh perjalanan ke lokasi kegiatan, peserta dari Pengurus Pusat Yayasan Cinta Alam Indonesia (PP CAI) beserta pengurus DPP LDII berkumpul terlebih dahulu di Wisma DPP LDII, Patal Senayan untuk brifing dan persiapan kelengkapan sebelum keberangkatan. Selanjutnya, tim PP CAI dan DPP LDII baru mulai berangkat sekitar pukul  23.00 WIB menuju Masjid Al-Musawwa Kramatwatu, Serang, Banten untuk bermalam dan istirahat.
Sabtu, 30 April 2011
Tim PP CAI dan DPP LDII memulai perjalanan menuju Tanjung Lesung sekitar pukul 06.00 dan sampai di tempat tujuan sekitar pukul 10.00. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah :
10.00 – 11.00 WIB : Opening Ceremony
Acara dibuka oleh MC. Dilanjut dengan sambutan oleh ketua pelaksana, yaitu Bapak Edwin Sumiroza. Pada opening ceremony ini, DPP LDII yang diwakili oleh Ketua Departemen Pemuda Olahraga Kepanduan & Seni Budaya, Bapak Ir. H Adityo Handoko M.M,  menyerahkan secara simbolik materi edukasi kelautan kepada pihak Krakatau Steel yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua Badan Pembina Olahraga & Senibudaya (BPOS) Krakatau Steel, Bapak Djoko Mulyono. Selanjutnya materi tsb diserahkan kepada perwakilan sekolah yang ada di pesisir Tanjung Lesung dan perwakilan komunitas sepeda yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah disekitar resort Tanjung Lesung tsb. Materi-materi tsb didapat DPP LDII dari Yayasan Terangi dan Coremap LIPI.
 
Penyerahan materi edukasi ekosistem pesisir  kepada BPOKS Krakagatau Steel
Foto bersama DPP LDII, BPOS Krakatau Steel, dan perwakilan sekolah pesisir
 
Penyerahan Piagam ICRAN yang diwakili oleh CAI Diving Club kepada BPOKS Krakagatau Steel
 


 
        

 











Disaat yang sama, turut diserahkan piagam dari International Coral Reef Action Network (ICRAN) yang diserahkan oleh CAI Diving Club sebagai member ICRAN kepada BPOS Krakatau Steel karena telah berpartisi aktif dalam pelestarian ekosistem pesisir. Piagam ini diserahkan oleh Bapak Ir. H. Budirama Natakusumah M.M, selaku duta lingkungan LDII GO GREEN dan pembina CAI Diving Club, kepada Ketua BPOS Krakatau Steel, Bapak Djoko Mulyono. Acara ditutup dengan doa oleh Ustadz H. Riaman Oesman.
11.00 – 12.30 WIB : Mangrove Tracking & Cross Country
Dalam acara ini, peserta Eco Sport for Earth dibagi menjadi dua kubu, yaitu kubu Goweser (komunitas pengguna sepeda) dan pejalan kaki.  Dalam  sesi seremonial tersebut, peserta tak hanya diberikan bekal awal sebelum memulai kegiatan tracking dan aktivitas lainnya, tapi juga disuguhi games menarik yang melatih daya konsentrasi tiap-tiap peserta yang berpartisipasi. Penyelenggara acara juga tak lupa menyebutkan bahwa yang dibutuhkan untuk menjalani serangkaian kegiatan dalam Eco Sport for Earth kali itu bukan hanya modal ketahanan fisik saja, namun juga butuh konsentrasi yang lebih, karena peserta nanti akan dilibatkan dalam suatu diskusi kelompok tentang isu-isu sosial dan lingkungan yang terjadi pada mangrove yang ada di Indonesia.
Untuk Goweser, kegiatan selanjutnya adalah cross country berkeliling sekolah-sekolah disekitar resort Tanjung Lesung untuk membagikan materi edukasi . Ternyata kondisi sekolah-sekolah disekitar resort Tanjung Lesung sangat memprihatinkan. Bangunannya masih terbuat dari kayu/ gubuk, dan dengan fasilitas seadanya. Bahkan pihak sekolahnya pun awalnya malu untuk keluar menyambut para goweser. Tetapi para goweser tetap senang dapat bertemu dengan mereka, dan dapat membantu memberikan materi edukasi walaupun tidak seberapa.
                   

Lalu untuk Non Goweser sendiri juga tak kalah punya kegiatan mengasyikkan lainnya, yaitu mangrove tracking. Dalam kegiatan mangrove tracking ini, peserta  dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi pendamping pada tiap-tiap kelompoknya. Para personel dari CAI Diving Club Banten dipercayakan menjadi pendamping dan berkewajiban memberikan bekal pengetahuan mengenai hutan mangrove yang ada di Indonesia. Pembekalan ilmu pengetahuan seputar mangrove tak hanya didapat oleh peserta dari apa yang dikemukakan oleh pendamping kelompok, tapi mereka juga mendapatkan suatu bukti langsung berupa terjun ke alam mangrove untuk melihat kondisi hutannya. Materi pembekalan pun disajikan dalam kemasan menarik, yakni para peserta setiap beberapa meter setelah tracking selalu beristirahat sejenak dan memulai diskusi tentang fenomena mangrove di Indonesia. Fenomena alam tak hanya menjadi bahan diskusi peserta, akan tetapi topik mengenai dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari pengrusakan ekosistem mangrove misalnya, tetap menjadi suatu bahan diskusi yang membuat para peserta kerap terlihat antusias untuk mengetahui dan menganalisa lebih jauh.

              
                                        

12.30 – 13.30 WIB : Ishoma
13.30 – 14.00 WIB : Simulasi Quarthlon
Dalam kegiatan ini, turut diadakan simulasi lomba Quarthlon yang terdiri dari bersepeda, kayak, berenang, dan lari. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari BPOS Krakatau Steel, CAI Diving Club, dan pihak resort Tanjung Lesung

14.00 – 16.30 WIB : Snorkling edukasi
Dan kegiatan ini ditutup dengan snorkling. Snorkling ini juga merupakan edukasi pengenalan ekosistem bawah laut.
Edukasi lingkungan hidup memang terasa lebih banyak manfaat yang diperoleh ketika kita langsung terjun kedalam ekosistemnya  untuk mempelajari dan memahami secara utuh kondisi yang sebenarnya terjadi. Harapan demi harapan, keinginan, dan impian para peserta setelah mengenal lebih jauh hutan mangrove pun terlontar dengan baik saat sesi mangrove tracking selesai.
     
 

Rabu, 12 Januari 2011

Persiapan LDII Go Green Provinsi Sumatera Barat

Gerakan Penghijauan


DPD LDII Provinsi Sumatera Barat Insya Allah akan menggelar LDII Go Green 2011 pada  27 Januari  2011, antara pukul 08.00 - 11.00, bertempat di  Kab. Solok. Sementara itu lokasi penghijauhan  berada di  Nagari Tanjung Alai , Kecamatan IX Koto,  Kabupaten Solok.

Pada Acara ini, pencanangan LDII Go Green rencananya akan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat (Prof. DR. H. Irwan Prayitno).

Dinas Kehutanan Provinsi siap membantu berupa bibit Mahoni sebanyak 1000 batang Mahoni dan siap  diantarkan langsung ke lokasi LDII Go Green. Sedangkan dari Dinas Perkebunan Provinsi kita diberikan bantuan 500 bibit kakao.

Kegiatan ini ditargetkan dapat menghadirkan sekitar 700 warga. Baik warga LDII maupun undangan masyarakat sekitar.  Kegiatan ini disambut dengan antusias dari Wali Nagari dengan siap mengerahkan masyarakat serta kelompok tani untuk mensukseskan kegiatan LDII Go Green dimaksud.

Wali Nagari siap untuk berpartisipasi membersihkan lahan, menggali lubang tanam dan pemupukan karena acara penanaman rencananya sudah kita mulai 1 minggu sebelum hari puncak pencanangan. Dan pada hari puncak pencanangan tersebut tinggal menamam bibit secara simbolis dan pejabat yang hadir

BALI WET CARNIVAL & GREEN REVOLUTION CAMPAIGN

 
Cegah bahaya longsor, Bali Perlu menanam Pohon Galam


Agus Widodo, seorang pemerhati lingkungan saat melewati perbukitan di sekitar Bedugul dalam acara Bali wet Carnival and green revolution Campaign mengambil kesimpulan bahwa disekitar perbukitan di Bali banyak lahan yang masih belum ditanami pohon2 yang berakar tunggal, sehingga kalo hujan deras sangat rawan terjadi bencana tanah longsor seperti yang terjadi di daerah pupuan.
Selanjutnya Agus menyarankan agar segera dilakukan penanaman Pohon. Sejumlah pengalaman yang pernah dilakukannya, dia menyarankan agar diadakan penanaman Pohon Galam yang sangat cocok untuk mengatasi bahaya Erosi
Bibit Pohon Galam ini sangat banyak ditemui di Kota Banjarmasin, tepatnya di Kecamatan Bathi-bathi.
Dia mendorong partisipasi dari berbagai kalangan untuk membatu mengatasi hal tersebut.
Hal ini disampaikannya saat singgah di Sekretariat LDII Bali, Jl. Padang Sambian Denpasar.
Acara Bali wet Carnival and green revolution Campaign sendiri digelar pada tanggal 30 Desember 2010 sampai 1 Januari 2011, mengenakan  kostum  kera yang peduli dengan penghijauan, Agus Widodo bersepeda dari Singaraja, di sisi utara Bali, ke Uluwatu, di sisi selatan Bali.

Minggu, 19 September 2010

selamat iedul fitri

Taqobbalallohu minna wa minkum

Sabtu, 03 Juli 2010

LDII Go Green


Makassar (ANTARA News) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII memusatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Makassar dengan penanaman 100 pohon persahabatan pada 21 Juni 2010.

“Seluruh perwakilan DPD LDII dari 33 provinsi, termasuk enam penerima penghargaan yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan akan hadir di Makassar,” kata Ketua LDII H Prasetyo Sunaryo di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, kegiatan “LDII Go Freen” ini di kota “Anging Mammiri” ini, diawali dengan penanaman pohon persahabatan oleh Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Lingkungan Hidup dan pengurus DPP dan DPD LDII di Jalan Berua Raya, Daya, Makassar.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dalam memberikan stimulus kepada masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin menurun dan memicu terjadinya pemanasan global.

“Gerakan penghijauan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan melalui reklamasi dan revegetasi berwawasan religi, karena menjaga lingkungan itu merupakan bagian dari dakwah menyerukan kebajikan,” katanya.

Selain kegiatan menanam pohon, katanya, DPP LDII akan memberikan penghargaan kepada warga LDII yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan, di antaranya H Budirama Natakusuma (penggagas biopori dan car free day DKI Jakarta), Hj Erni Suhaina Fadzri Nandang (penerima Upakarti 2008 dan Rekor Muri untuk pemanfaatan limbah non B-3 untuk pakaian dan dekorasi pesta pernikahan) dan Supri (penerima Kalpataru).

Agenda lainnya pada hari yang sama adalah sarasehan konservasi lingkungan pada 21 Juni 2010 di Graha Pena, Makassar yang menampilkan pembicara utama Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup dan Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup.

“Khusus aksi penanaman pohon ini yang bertujuan untuk menekan terjadinya pemanasan global yang juga berdampak pada perubahan iklim, diharapkan diikuti dengan upaya pemeliharaan pohon yang telah ditanam oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara target pohon jenis sambit yang dikenal dengan istilah pohon ba`do oleh warga setempat, Prasetyo yang didampingi Ketua DPD LDII Sulsel H Haryanto mengatakan, ditargetkan mencapai satu juta pohon yang penanamannya akan dilakukan secara bertahap.(*)(T.S036/R009)